CCTV Detik-detik Rumah Makan Gratis di Bogor Diserang Dua Pemuda Viral

Loading...

Aksi sekelompok perampok bersenjata tajam (sajam) terekam kamera pengawas atau CCTV saat menyatroni Rumah Makan Gratis Ciangsana, di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dua perampok sedang menjalankan aksinya mengambil barang milik karyawan seraya mengancam menggunakan celurit. Video aksi rampok bercelurit ini kemudian viral setelah dibagikan oleh akun Instagram @rumah_makan_gratis.

Pemilik Rumah Makan Gratis Ciangsana, Aditya Prayoga membenarkan perampokan tersebut. Ia menyebut bahwa insiden itu terjadi pada Jumat (23/8/2019) sekitar pukul 02.55 WIB.

Pria berusia 27 tahun ini menjelaskan, saat itu dirinya sedang beristirahat bersama istri di dalam warung tersebut. Lalu dua karyawan dan satu anak yatim sedang berjaga di bagian depan. “Saya lagi tidur di kamar sama anak istri dan di depan anak-anak yatim lagi baca Qur’an dan dua karyawan lagi main-main hp, jadi kita posisinya ada lima orang,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Ia melanjutkan, tiba-tiba ada empat orang pelaku berboncengan menggunakan dua sepeda motor dan berhenti di depan. Dua pelaku kemudian turun dari motor menghampiri sambil menodongkan celurit ke arah korban. Korban yang ketakutan lalu pasrah saat komplotan rampok tersebut mengambil ponsel sambil mengancam.

“Empat orang. Saya kira mereka mau minta makan karena pada lari-lari, eh ternyata dia langsung ngeluarin celurit panjang. Iya, kaget semua dan pada lari ketakutan karena pelaku nodongin senjata tajam ngancem gitu. Minta hp sama minta duit, satu karyawan saya jatuh dari kursi, mau dibacok bilangnya ampun bang jangan bacok aku, akhirnya enggak dibacok tapi dimintai hp sama duit. Duit enggak ada juga sama sekali karena belum gajian. Akhirnya perampoknya ambil 3 unit hp,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, beruntungnya uang rumah makan tersebut tidak diambil lantaran ia berada di dalam bersama istri dan anaknya. “Alhamdulillah uang modal warung gratis enggak diambil karena saya enggak berani keluar, ngumpet di dalam. Saya lihat dari jendela karena ramai itu bawa senjata semua, apalagi (di dalam rumah) ada anak kecil,” katanya. Aditya mengatakan ia hendak membuat laporan ke Polsek Gunung Putri. Ia pun berharap, pihak kepolisian segera bertindak untuk mengurangi angka kriminalitas di wilayahnya.

Sementara itu, Kapolsek Gunung Putri, AKP Andrianto mengatakan, polisi sedang melakukan penyelidikan terkait aksi sekelompok perampok yang viral di media sosial. Ia memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Hingga kini, kata dia, pemilik Rumah Makan Gratis Ciangsana telah membuat laporan untuk ditindaklanjuti. “Iya itu kejadiannya Jumat, kerugian 3 unit smartphone dan saat ini masih dilakukan penyelidikan,” katanya kepada Kompas.com.(*)

Loading...

(Visited 1 times, 1 visits today)